
rasanya kita (manusia) jarang sekali ya menyadari apa yang sesungguhnya kita punya ini sebagai suatu anugerah. gw pun termasuk. banyak yang sesungguhnya sudah gw miliki, namun masih terasa kurang. semua fasilitas pendukung pendidikan rasanya udah orang tua kasih buat kasih, tapi gw masih juga pengen yang lebih update, yang lebih baru, yang lebih keren. kendaraan di rumah udah ada, kemana-mana gw tinggal minta bilang ade atau bapak, dan mereka siap mengantar atau menjemput, tapi masih kuragn puas juga, pengennya bisa nyetir sendiri biar bebas. semua itu gw sadari ketika gw melihat sesuatu ke 'atas'. akibatnya ga pernah kata puas buat gw, dalam artian negatif. padahal sebenernya kalo gw liat temen, atau bahkan sepupu-sepupu gw, ada yang harus numpang di rumah saudara yang lain hanya untuk tempat tinggal selama kuliah, karena ongkos pp mahal dari rumah ke kampusnya, ada ga bisa makan nugget, sosis, daging dan berkata "enak ya ma, di rumah mbak wulan kulkasnya penuh", ada juga yang ke rumah sakit aja musti ngurus kartu gakin (keluarga miskin).
rasanya ini pelajaran buat gw karna menganggap keadaan ini sangat terbatas. buat gw, melihat ke 'bawah' akan membantu menyadarkan gw bahwa sesungguhnya masih ada yang kurang beruntung daripada gw. andai hidup ini bisa lebih bermakna dibanding dengan hanya menyesalkan apa yang telah lewat dan mesyukuri apa yang kita punya..