Senin, 13 Mei 2024

Sebentar

Aku akan bertahan
Meski hampir tak ada kemungkinan
Aku akan tinggal
Meski pun harus tersenggal-senggal

Silakan sebut ku gila 
Ambil jalan tak masuk logika
Panggil saja aku si naif
Karena kupikir masih ada motif

Aku pun sadar
Sayangmu kini telah memudar
Tapi aku takkan menyerah
Walau mungkin terlambat sudah

Hingga saat waktunya tiba
Doaku ku pada-Nya tetap 'kan sama
Tuk izinkan kita slalu bersama
Entah bagaimanapun caranya

Wahai kamu sang penakluk hati
Biarkan aku tetap di sini
Menengguk tetes kebahagiaan yang tersisa
Sekaligus merasakan setiap jengkal pedihnya

Sampai nanti di suatu titik
Kamu pergi dan tak berbalik
Tinggalkanku tanpa daya
Tuk merajut kisah yang sempurna

---o0o---

Terima kasih kamu yang pernah ada
Kisah kita mungkin sebentar
Tapi berdampak luar biasa besar
Lebih dari apapun yang kamu kira


Ankara, 14 Mei 2024

Jumat, 10 Mei 2024

Pintaku

 Untuk kamu yang jarang hadir saat ku perlu.


Apa terlalu sulit bagimu tuk sesekali datang menjemputku?
Apa aku terlalu muluk untuk minta diantar pada saat tertentu?
Apa aku harus terus meminta untuk kamu ada pada saat aku rindu?

Sebegitu tak pentingnya kah aku di mata kamu?

Kumungkin takkan pernah dapat perhatian penuh darimu.
Apalagi untuk jadi prioritasmu.
Sampai kapanpun itu.

Sebegitu takpantasnyakah aku untuk diperjuangkan?

Tolong jangan salahkan, ketika nanti tak kuasa bertahan dan katakan, "cukup, aku bisa meski tanpamu."

Minggu, 06 Januari 2019

Maaf Aku Tak Sempurna

Maaf aku tak bisa sesempurna itu
Seperti apa yang mungkin kamu mau
Maaf mungkin aku tak utuh penuhi harapmu
Karena menjadi yang "bukan aku" terasa sulit bagiku

Aku mungkin terlampau egois
Menjadikan harapan bagai suatu beban
Atau aku yang terlalu melankolis?
Hingga berat terasa asamu ku wujudkan

Sampai masa di mana aku bisa
Aku akan terus mencoba
Sepanjang itu pula ku akan terus berdoa
Semoga kelak tetap akan ada kita

Tangerang, 6 Januari 2019

Minggu, 23 Oktober 2016

Singkat Cerita

Waktumu mungkin terlalu berharga untuk sekedar bertegur sapa
Atau egoku yang mungkin terlalu tinggi untuk dipenuhi
Ah, jangan-jangan memang alam raya tak berpihak pada kita

Kini saat kembali ke ribuan kilo jarak
Pada heningnya malam yang buatku terisak
Dan menyerah pada rindu yang terserak

Peluh. Keluh.
Mungkin sudah saatnya.
Mari angkat tangan dan berdoa.
Sampai jumpa pada waktunya.

Semoga.

Jakarta, Oktober Dua Puluh Tiga
Untukmu dan kita.

Selasa, 27 September 2016

Hai Dilan!

Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama

- Could it be, Raisa

Hai Dilan, perkenalkan, namaku Wulan
Kita punya nama dengan akhiran yang sama, sungguh suatu kebetulan!
Bukankah ini suatu pertanda yang menyenangkan?
Atau ini memang rencana Tuhan?


Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama

- Could it be, Raisa


Hai Dilan, kamu luar biasa!
Kamu buat aku tak berhenti tertawa
Meski sederhana, tapi bagiku kamu tak biasa
Kau buatku bertanya-tanya, kau buatku tergila-gila!


Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir dirimu
Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu,tapi bolehkah ku selalu di dekatmu

- Jatuh Hati, Raisa


Hai Dilan, aku resmi, jatuh cinta!
Andaikan saja aku bisa..
Sayangnya, kau di sana
Di sebuah kisah apik sang pengarang cerita


**Terima kasih teramat sangat kepada Kang Pidi Baiq!


Ia Dewasa dan Percaya

Si kecil bertanya, “Apa rasa jadi dewasa?” suatu ketika
Sang Ibu berkata, “kelak nanti kau akan alaminya”

Ibu, andai ia tau menjadi dewasa sesulit ini
Andai ia tau, bertambah usia tak berarti segalanya
Jika saja Ibu katakan, di depan tantangan menanti
Tak akan ia menunggu dengan sabarnya

Ia terkadang rindu masa kecilnya
Dimana masalah terberatnya adalah soal matematika
Sementara Ibu kini tersenyum lega
Si kecil rasakan apa yang selalu ia tanya

Ibu yakin, ia mampu melewatinya
Meski terkadang tertatih dan terluka
Karena ibu s’lalu tanamkan padanya,
“Tuhan selalu berikan jalan bagi mereka yang percaya”



-Terima kasih tak terhingga untuk Ibu

Karena Rasa Tak Pernah Ada

Peri kecil, ajak aku berdansa
Aku ingin kau buat lupa
Tak perlulah kau hilangkan luka
Ia ‘kan tetap ada di sana

Karena pada suatu waktu, rasa jadi nomor satu
Karena pada suatu masa, logika sudah tak pada tempatnya
Aku berseru, “Para pengganggu, menjauhlah dari isi kepalaku!”
Aku berkata, “Para pelakon drama, pergilah kau selamanya!”

Sebab pernah suatu ketika,
Hadirlah ia, sosok teristimewa
Ah manusia, mudah sekali jatuh hatinya
Terhanyut dalam buai asmara

- Yangon, May 25, 2015

Kembali

Hai kawan lama, aku rindu, teramat. Entah sejak kapan aku mulai meninggalkan, menjauh. Manusia, begitu adanya. Terbuai, kawan baru lebih menyenangkan, pikirku saat itu.

Aku kembali kawan. Aku kembali karenanya. Ia mengingatkanku, menuntunku untuk kembali padamu.

Waktu dan ruang, selamat datang (lagi). Aku janji tak akan pergi.

Terima kasih, Tulus!

Dimanapun kalian berada, kukirimkan terima kasih. Untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah. Kau melukis aku.


Antara

Kamu :
Apa yang salah denganmu? Aku izinkan dan biarkanmu tetap dapat memandang dari kejauhan. Bukankah harusnya itu indah?

Dia :
Tuhan, aku jatuh hati padanya. Tak peduli orang bicara apa. Aku kagum pada caranya memandang dunia. Iya, aku jatuh cinta.

Aku :
Jika Engkau tak izinkan aku untuk memilikinya, izinkan aku untuk berada di sampingnya. Jika Engkau tak izinkan pula, mohon kabulkan untuk aku tetap bisa bersamanya, dalam bentuk yang berbeda.

17 Agustus 2015.
Dirgahayu Indonesia!



Cerita Lalu

Kamu yang selalu hadir di tidurku. Ketahuilah, aku sudah usai denganmu. Kubuka lembaran baru. Karena ku tahu aku dan kamu tak akan satu.

Cukupkan. Lepaskan. Relakan.

Angguk tanda setuju. Jangan kau goyahkan lagi aku. Sepakat?

Akan ada kita

Dan aku bahagia, saat dia tersenyum, apalagi tertawa dengan lepasnya. Entah untuk siapa. Dia paham, aku rasa.

Tetaplah di sana. Menjaga setiap asaku untuk bersama. Tetaplah menjadi ceria, bagikan tawa, hapuskan duka. Ya, tolonglah, tetap berada di sana! Agar ku bisa tersenyum lega mendapati dan mengagumi makhluk Tuhan yang hampir sempurna.

Terima kasih, penghibur lara. Terima kasih asa penghapus dahaga.

Kelak, akan ada kita.

Catatan di suatu malam.
Yangon, 12 Agustus 2015

Senin, 26 Agustus 2013

aku yang tak pernah bisa mengerti

aku yang tak pernah bisa mengerti
tentang kamu, yang penuh dengan misteri
tentang apa maumu kini
tentang apa yang sudah kita mulai

kamu terlalu rumit,
sangat pandai untuk berkelit
tak pernah cerita, meski itu sedikit
tahukah kamu bagiku itu sulit?

aku bukan dia yang mengenalmu jauh lebih dulu
jangan bandingkan, karena itu butuh waktu
hanya satu saja pintaku, jangan kau ragu
berbagilah denganku, hingga lepas semua bebanmu

teruntuk kamu yang ada di sana
aku tahu kamu rasakan hal yang sama
mari kita bicara, dan tegaskan semua
pelihara apa yang kita sebut cinta

---

apa yang sudah kita awali
dan sangat enggan untuk aku akhiri

Jakarta, 27 Agustus 2013

Rabu, 24 Juli 2013

thank you. for us.

we never know where and when we can meet the love that we need. all we need to know is God will give the best time and place. God let us hoping, praying and of course trying as best as we can in order to find it. so, never give up!

we always want perfect ones to be ours, but do we know that the perfect ones never exist? look into yourself, and see that we are not perfect at all. just be ourselves, don't we ever try to fake. Perfection is only belong to God, The Only One.

we can only try hard, make an improvement to be better persons. then God will sent who's better or maybe the best for us. just trust!

-----
thank you. for us.
jakarta, july 24, 2013

Senin, 13 Mei 2013

when you lose something you can't replace

What Ustad said on Twitter

Tweet-nya ustad menggiring ingatan gw ke dua minggu lalu. Merasa semakin berdosa karena gw memutuskan ukhuwah. I have tried to fix it, tapi sampai sekarang belum berhasil. Mungkin memang belum waktunya untuk bisa kembali normal. I know, people come and go. Permasalahannya, gw cuma ingin ketika orang keluar dari lingkaran kehidupan gw, ga meninggalkan ingatan yang buruk terhadap gw. Karena kecenderungan orang adalah mengingat hal buruk daripada mengingat hal baik, makanya ada peribahasa sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya, yang artinya kira-kira adalah sekali melakukan kesalahan fatal, tidak akan dipercaya lagi.

Mengingat kejadian dua minggu lalu memang bikin gw sakit. Bagaimanapun, dia salah satu teman terbaik gw, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Terlepas dari semua rasa yang pernah menghiasi ruang hati gw dan dia, he's still my best friend. I miss him already. I miss seeing his name showed up on my phone.

Dear @bayu2298, would u like to forgive me and forget what i have done? Can we be friends and act like nothing was happend? It's okay if you wanna walk away. All i want is your forgiveness.

-----

Right after i wrote this post, there is a message coming to my phone, and i will quote it:
"yang lo mau maaf? ok, gw maafin. udah kan? tlg jgn ganggu gw ya, suka kesel kl inget kejadian yg kmrin."

-----

Ga lama, fix you-nya coldplay terdengar. Inikah akhir? Yang pasti, ini yang namanya kehilangan.

...when you lose something you can't replace... 


Pejambon, 14 Maret 2013

Rabu, 01 Mei 2013

To the one that I’ve never had


I screwed up everything
. Gw ga pernah mikir, kejadian ini bakal keulang lagi. Berantem gara-gara kesalahan kecil. Atau mungkin ini besar? Well, kalo aja dia tau, apa yang sebenernya dia tau alesan gw dibalik ini semua. Andai aja dia lebih bijak atau gw yang lebih bijak

Okay, gw salah, gw egois, ambil keputusan sepihak. Tapi bukankah sebelumnya dia percayakan semua ke gw? Katanya dua orang yang beda, ga akan pernah ketemu. Jadi ya, gw pikir semua keputusan is on my hand. Setidaknya itu yang gw tangkap. Okay, mungkin ini pembenaran atas kekacauan yang seharusnya ga terjadi. But hey, does he know, he's the reason I made this? So when he asked me to mention some reasons why he should go, yeah actually, it’s all about him.

Tapi kembali lagi, ini soal pilihan.Gw dihadapkan pada soal yang harus gw pecahkan, dengan waktu yang terbatas. Gw ga bisa pilih semuanya, karena jawabannya sudah pasti salah. Ibarat soal multiple choice, aturannya ya harus pilih salah satu yang menurut kita paling benar. Sekali lagi, menurut kita paling benar. Ada kemungkinan memang yang kita pilih salah. Kalau ternyata memang demikian, minimal kita udah berani melangkah. Daripada ga memililh sama sekali, lebih ga bernilai, atau malah ga bisa dinilai. Lagian menurut gw, kalau kita salah, toh masih ada kesempatan buat mengulang. Itulah pembelajaran.

In this case, gw ga tau ada kesempatan mengulang atau ga. Paling tidak gw belajar. Belajar untuk tidak tergantung lagi sama orang. Kita memang makhluk social, diciptakan untuk saling membutuhkan, saling ketergantungan, tetapi tidak yang berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu memang sangat tidak dianjurkan.

Dear you, sorry for all that I’ve done. Maaf karena gw mengecewakan. Well maybe that’s our last conversation. Then I have to go alone from now on. You go on your way, and so do I. No more nonton bareng, no more nge-dimsum bareng, no more everything. This is hard, but what can I do?

To the one that I’ve never had. Thank you. May God bless you always.

"I don't depend on people anymore because i'm tired of being disappointed." @damnitstrue

Sabtu, 20 April 2013

Yang Tak Pernah Usai

Ia menyentuhku dengan sapaan, dengan sedikit perhatian
dengan rentetan senyuman, dengan sebuah tatapan
dan terutama dengan apa yang aku sebut sebagai perubahan

Ia yang dulu pergi datang kembali
Memulai lagi apa yang seharusnya tak terjadi
Memberi angan yang sesungguhnya tak kuinginkan
Asa yang akan dengan mudah terpatahkan

Ia yang berada di hadapku kini
Menarikku ke sebuah masa
Ia yang berada di hadapku kini
Membuat damba yang menyiksa

Hai malam, terima kasih telah menyapa
Mimpi mengurungnya, menjaganya tetap berada di sana
Wahai pagi, aku bersyukur kau ada
Meski itu berarti aku harus terbangun, kembali ke yang nyata

Teruntuk sahabat,
Kita dekat, namun tidak akan pernah lebih dekat
Aku, kamu, kita? Itu terlalu nekat
Sudahi, atau kita akan TAMAT

Lingkaran ini tak akan pernah usai

Senin, 18 Maret 2013

Must Read Blog!

Trust me, ini blog guna banget dibaca buat para traveller. Tujuannya bukan bikin iri, tapi menginspirasi. Check them out..
  1. The Backpacker's Note
  2. Danan Wahyu's blog
Sebenernya masih banyak di luar sana blog tentang perjalanan. Cuma dua blog ini yang jadi favorit gw. Mungkin lain waktu kita bisa berselancar ke blog yang lain :D

Minggu, 17 Maret 2013

Perjalanan : Ini Negeriku

As I said before, 2012 tahunnya kerja buat gw. Tapi di sela-sela itu, I did travel to some places in Indonesia. Petualangan dimulai dari Pulau Sempu, Malang pada pertengahan Mei.  Lalu Gunung Bromo di awal Juni. Selanjutnya Bali, Belitong, Peucang, Cirebon, Pacitan, Yogya and so on.

Rasanya seru, penasaran dan ketagihan, kemana lagi kaki ini akan melangkah. Walaupun hanya sekedar melepas penat, menghirup udara segar, atau bahkan mengambil gambar. Did I spend a lot of money to do them? Jawabannya relatif. Tapi bisa dibilang, perjalanan (iya, gw lebih seneng nyebut perjalanan daripada wisata) yang gw lakukan adalah ber-budget rendah dan ala kadarnya. Naik truk atau angkutan umum ga masalah. Nginep hostel atau tenda, sikat ajah. Toh tempat yang ditujunya sama, dan ga akan berpindah. Itu tinggal gimana kita menikmatinya. Apalagi kalau udah punya teman seperjalanan yang mau sama-sama susah (berasa pendamping hidup ya kan? :p). Semuanya terasa menyenangkan dan mudah.

Squad Lengkap : Stupid Travellers
Perjalanan yang di luar zona nyaman gw, menuntun gw menemukan banyak hal baru, termasuk orang-orang baru. Did i mention about temen seperjalanan yang mau sama-sama susah? Fortunately, i have found them. They call themselves as Stupid Travellers. Siapakah mereka? Sila diklik link-nya kakak. Pertemuan gw pertama kali dengan mereka adalah saat perjalanan ke Pulau Sempu (yang sama sekali di luar ekspektasi) bulan Mei tahun 2012 lalu, dan sampai sekarang. Bersama dengan mereka, perjalanan terasa menyenangkan. Meminjam quote dari Srikandi Minoru, "Tempat wisata di manapun sama aja, yang membuatnya berbeda adalah bagaimana dan bersama siapa kamu menghabiskannya." And I agree.

By the way, waktu gw kecil, di pikiran gw wisata di Indonesia yang patut dikunjungi hanya Bali. Pulau Dewata itu magnetnya terhadap wisatawan luar biasa. Dengan pemandangan yang disuguhkan dan budayanya juga. Tapi gw ga sepenuhnya bener. Banyak daerah lain yang punya potensi sama besarnya dengan Bali. Kalau dulu orang berlomba-lomba untuk ke Bali atau bahkan luar negeri (demi gengsi?), sekarang mungkin udah berubah. Percayalah, Indonesia itu indah! Mau bukti?

Here are some pictures from my journey last year which are taken by me (narsis dikit laah). Dan semuanya hanya di INDONESIA.

A Hut at Peucang Island, Ujung Kulon - West Java

Mount Batok, Bromo - East Java

Segara Anakan Beach, Sempu Island - East Java
Uluwatu, Island of gods - Bali
Burung Island, Belitong - Kep. Riau
Biawak Island,  Indramayu - East Java

So, masih ngoyo ke luar negeri? Eksplore dulu deh negeri sendiri.



Indonesia tanah air Beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Tetap dipuja-puja bangsa. Di sana tempat lahir Beta. Dibuai, dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata.

Sabtu, 16 Maret 2013

playlist


Saturday night. Youtube. Boyce Avenue's playlist. Shuffling.
  
What I feel.

Boy, I think about it every night and day. I'm addicted, wanna jump inside your love. I wouldn't wanna have it any other way. I’m addicted and I just can’t get enough. - Just Can’t Get Enough 


Start hoping.

Can we pretend that airplanes. In the night sky are like shooting stars?I could really use a wish right now. - Airplane

Then dreaming.

No, I don't wanna mess this thing up. I don't wanna push too far. Just a shot in the dark that you just might. Be the one I've been waiting for my whole life. - Just a Kiss


I get up.

When you love someone but it goes to waste. Could it be worse?- Fix You

Nothing i can do.

What am I supposed to do when the best part of me was always you,  And what am I supposed to say when I'm all choked up that you're ok. I'm falling to pieces. - Breakeven

So I move on.

No matter how hard it is, I'll be fine without you. Yes, I will. - Better in Time
Stop the playlist. End up the story.

Jumat, 15 Maret 2013

the one that I love

Tukang foto keliling - Yogya, 2012
i love photography! buat saya, foto itu menggambarkan berbagai macam hal. berbicara lebih banyak daripada kata-kata. menangkap sesuatu yang mungkin di luar perkiraan kita sebelumnya.

“What i like about photographs is that they capture a moment that’s gone forever, impossible to reproduce.”
― Karl Lagerfeld

entah dari kapan saya mulai suka dengan dunia ini. dari kecil saya selalu jadi objek paman yang gemar dengan fotografi. ketika ada acara di SMA, saya selalu ingin jadi seksi dokumentasi. sayangnya, kesempatan itu cuma datang sekali. alasannya klise, karena menurut teman-teman saya lebih pantas jadi sekretaris (mungkin dukungan tulisan saya yang rapi dibandingkan dengan teman yang lain. padahal kan buat surat kegiatan kan pake mesin tik. sungguh aneh memang). mungkin alasan yang lebih masuk akal adalah karena saya tidak punya kamera. bagaimana saya mau mendokumentasikan, kalau kamera saja saya tidak punya?

Kamera kantor :) - Pulau Samosir, 2010
tidak kecil hati, saat kuliah saya mendaftar menjadi seksi humas, publikasi dan dokumentasi atau dikenal dengan HPD. masih dengan modal nekat, karena saya belum punya kamera. bahkan untuk kamera analog sekalipun. syukurnya, yang diutamakan dalam kepanitiaan itu, hanyalah komitmen. jadilah saya diterima dan dimulailah petualangan saya dengan foto. you know, keuntungan menjadi seksi HPD adalah all access artinya, seorang staf HPD bisa bebas melenggang ke sana kemari untuk mengabadikan momen. termasuk juga kesempatan buat curi-curi foto atlet ganteng atau gebetan tanpa rasa risih. kan alesannya buat dokumentasi. hihihi. di kepanitian-kepanitian lain akhirnya saya ketagihan menjadi seorang HPD, dan tentunya masih dengan modal dengkul, karena kamera yang saya pakai selalu hasil pinjaman.

saat berkecimpung di dunia per-HPD-an, saya mulai kenal dengan kamera SLR. sebelumnya saya mikir, kamera sama dengan kamera pocket. karena teman saya baik, saya boleh deh pake kameranya dia buat coba-coba. terus jadi ketagihan dan makin tertarik. sayangnya, kamera saat itu mahal. jangankan DSLR, pocket saja saya ga mampu belinya. jadilah saya pake kamera hp sebagai alat untuk memuaskan hasrat (moto) saya. namun demikian, saya ga patah arang, tekad saya bulat, suatu saat saya harus punya itu DSLR.

berbekal pengalaman HPD di beberapa kegiatan di kampus, waktu ada kesempatan untuk kepanitiaan di lingkungan kerja, saya selalu menawarkan diri jadi seksi dokumentasi. kali ini bukan buat foto orang ganteng, tapi lebih ke rasa penasaran, dan memuaskan. darimana kameranya? tentunya fasiltas kantor.

Hunting - Jakarta, 2011
tahun 2011, uang rapelan gaji saya turun, saya memenuhi janji pada diri sendiri. saya harus punya kamera. dan finally, DSLR pertama dan sampai saat ini masih setia, canon EOS 500D. dengannya, saya sudah kemana-mana. dengannya, saya melewati suka dan duka. sayangnya, sampai sekarang, saya ga punya panggilan untuknya (tidak seperti benda-benda lain kepunyaan saya). tapi tentu saja, dia sangat berharga.

oia, berkat jasanya, ribuan gambar sudah saya hasilkan. dari mulai kumpul keluarga, jalan-jalan ceria, makan-makan bersama, pemandangan nan cantik jelita dan sebagainya (kunjungi http://www.facebook.com/wulan.febrianti1/photos_albums if you wanna know more). memang bukan foto-foto canggih seperti para profesional. hanya foto sehari-hari, yang hanya bermakna bagi sebagian kita. tapi paling tidak, ada keindahan yang tak kasat mata di sana, yang buat kita bersyukur kepada Sang Pencipta.

Shoot - Gunung Bromo, 2012
satu lagi, bukan hanya dengan kamera DSLR saya ber-fotografi ria. terkadang saya juga menggunakan kamera hp. buat saya yang terpenting adalah momennya, bukan dengan apa saya mengabadikannya. Seperti seorang pernah berkata, "Buying a Nikon doesn’t make you a photographer. It makes you a Nikon owner."

well, selamat mencoba ber-fotografi ria, dan rasakan sensasinya!

ps : mari kita belajar bersama